Kamis, 10 Oktober 2013
Ilmuwan mengembangkan teknik pelapis kertas dengan nanopartikel perak.
Ini merupakan kombinasi bakteri kertas yang cocok sebagai bahan kemasan
makanan.
Bahan perak sebelumnya banyak digunakan untuk melawan bakteri dan
nanopartikel. Perak sudah sering digunakan dalam industri tekstil,
serat, plastik dan logam nuntuk aplikasi biomedis.

Teknologi ini digunakan untuk melapisi luka dan kateter tahan mikroba. Materi ini juga dapat dipakai sebagai bahan penghilang bau pada kaos kaki.
Awalnya, ilmuwan belum mampu mengumpulkan partikel perak yang setara satu per 50 ribu ketipisan rambut manusia, dalam sebuah lapisan kertas biasa. Namun, materi terbaru yang menggunakan ultrasound atau gelombang suara berfrekuensi tinggi, mampu menahan partikel itu di dalam kertas.
Teknik yang diperkenalkan tim ilmuwan yang dipimpin Aharon Gedanken dari Bar-Ilan University, Israel, ini dipublikasikan di jurnal Langmur yang diterbitkan American Chemical Society.
Dalam uji coba laboratorium, lapisan yang disebut sebagai kertas pembunuh ini berhasil mengumpulkan aktivitas bakteri yang mampu melawan E. Coli dan S. Aureus, dua unsur penyebab keberadaan bakteri makanan.
"Aplikasi menakjubkan ini menunjukkan kemampuan untuk kemasan bahan makanan yang berlangsung lama di rak," tulis ilmuwan.
Jika ini benar dimanfaatkan, produk makanan akan dilapisi kertas berisi nanopartikel perak yang terdiri dari berbagai bakteri yang mampu menahan bakteri perusak kualitas makanan.
Selain kemasan makanan, metode pelapis itu dapat digunakan untuk membuat properti tahan air.
Andreas Hammar, seorang insinyur dari The Royal Institute of Technology, Stockholm, Swedia patut dicatat sebagai penemu mesin ini. Idenya berawal dari rasa penasaran sederhana, bagaimana agar keringat bisa menjadi air minum? Dan akhirnya berhasil.
"Mesin menggunakan teknik yang disebut penyulingan membran," jelas Hammar. Mesin itu memiliki kemampuan yang sama dengan mesin ruang angkasa internasional (ISS) dalam mengolah urin astronot. "Tapi, mesin kami lebih murah pembuatannya," ucapnya lagi.
Berapa banyak air dihasillkan?
Hammar menjelaskan, itu tergantung seberapa banyak keringat yang dihasilkan seseorang. Sebagai gambaran untuk keringat satu T-shirt, biasanya menghasilkan 10 ml air. "Itu kira-kira seteguk saja," tambahnya.
Mesin itu telah diuji coba pada gelaran Piala Gothia, sebuah turnamen sepakbola muda internasional terbesar di dunia. Hammar mengatakan, mesin itu telah digunakan oleh 1.000 orang di Gothenburg, Swedia, Senin lalu saat diluncurkan.
Uniknya lagi, cairan yang dihasilkan mesin itu disebutkan lebih bersih dari air kran lokal.
Manfaat mesin itu disambut positif berbagai kalangan. Mattias Ronge, kepala eksekutif biro iklan asal Stockholm, Deportivo, mengatakan mesin telah membantu meningkatkan kesadaran UNICEF.
Konteks pembuatan mesin itu adalah untuk memenuhi kebutuhan UNICEF yang mengampanyekan air bersih. Fakta menunjukkan 780 juta orang di dunia kekurangan akses air bersih.
Jadi patut diketahui, sementara mesin ini tidak diproduksi secara massal selain guna dimanfaatkan oleh UNICEF.
Seperti dikutip dari New Scientist, otak itu adalah milik seseorang yang tinggal di wilayah yang kini merupakan North Texas State University. Seseorang itu, yang tak secara gamblang dinyatakan jenis kelaminnya, meninggal tahun 1970.
Diketahui, pada guci tempat menyimpan otak itu terdapat keterangan bahwa pemiliknya mengalami agyria, tidak memiliki gyri dan sulci atau tonjolan dan lipatan yang umumnya terdapat pada bagian cerebral cortex yang normal.
Kondisi langka tersebut disebut juga lissencephaly. Seseorang yang mengalami kondisi itu biasanya meninggal sebelum usia 10 tahun. Biasanya, penderita kelainan itu mengalami kekejangan dan kesulitan dalam mempelajari sesuatu.
David Dexter dari Brain Bank di Imperial College London mengatakan bahwa dirinya tak pernah melihat otak seperti yang dipotret Voorhes.
"Kita memang mengetahui adanya otak di mana bagian suci hilang, tetapi tak ada lagi yang bisa dijelaskan lebih jauh tentang otak ini," katanya.
Meskipun demikian, ia tak heran jika pemilik otak ini bisa bertahan hingga usia dewasa karena otak memang sangat adaptif. Namun, Dexter menduga bahwa kelainan otak itu tetap memiliki efek buruk.
Awal tahun 2013, University of Texas melakukan pemindaian dengan magnetic resonance imaging (MRI) pada otak ini. Walau beberapa informasi tentang otak ini didapatkan, tetapi informasi tentang individu pemiliknya sepertinya akan sulit ditemukan alias hilang selamanya.
Sebagian orang sakit atau orang tua yang tidak diperbolehkan ke kamar
mandi bukanlah urusan mudah ketika harus buang air (besar) di sebuah
pispot yang kecil dan sangat tidak nyaman.
Kabar baiknya, Toto baru saja memperkenalkan sebuah toilet layaknya
toilet biasa yang bisa disiram (flush) tetapi toilet ini portable
(Bedside Flushable Toilet) yang memang ditujukan untuk keperluan diatas.

Toilet ini bentuknya hampir sama dengan toilet biasa yang kita temukan di kamar mandi tetapi ada beberapa bagian yang berbeda seperti bagian bawah terdapat roda untuk bisa dipindah dengan mudah, ada kotak penampungan untuk kotoran di bagian belakang dan lubang khusus yang digunakan untuk membuang kotoran ke tempat akhir (septic tank).
Selain itu, layaknya toilet di Jepang sana, telah dilengkapi dengan panel control untuk menyiram dan mencuci serta terdapat pengharum (deodorizer) setelah selesai melakukan "aktifitas"
Dijamin Anda bisa serasa benar-benar seperti berada di toilet sungguhan tetapi untuk urusan harga bila dibandingkan beli pispot, yang satu ini memang tidak murah karena harganya mencapai 554.000 Yen (sekitar Rp. 55 jutaan).

Gajah Sumatra adalah subspesies dari gajah Asia yang hanya berhabitat di pulau Sumatra. Gajah Sumatra berpostur lebih kecil daripada subspesies gajah India. Populasinya semakin menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam. Sekitar 2000 – 2700 ekor gajah Sumatra yang tersisa di alam liar berdasarkan survei tahun 2000. Sebanyak 65% populasi gajah Sumatra lenyap akibat dibunuh manusia dan 30% kemungkinan diracuni manusia. Sekitar 83% habitat gajah Sumatra telah menjadi wilayah perkebunan akibat perambahan yang agresif untuk perkebunan.
Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.[4][5] Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.
Burung-burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung cendrawasih mulai dari Cendrawasih Raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cendrawasih Paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung pada 430 gram.Burung cendrawasih yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya, cendrawasih kuning besar, Paradisaea apoda. Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekpedisi dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan membuang sayap dan kakinya agar dapat dijadikan hiasan. Hal ini tidak diketahui oleh para penjelajah dan menimbulkan kepercayaan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara karena bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of paradise (‘burung surga’ oleh orang Inggris) dan nama jenis apoda – yang berarti ‘tak berkaki’.Banyak jenis mempunyai ritual kawin yang rumit, dengan sistem kawin jenis-jenis Paradisaea adalah burung-burung jantan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokannya pada burung betina agar dapat kawin. Sementara jenis lain seperti jenis-jenis Cicinnurus dan Parotia memiliki tari perkawinan yang beraturan. Burung jantan pada jenis yang dimorfik seksual bersifat poligami. Banyak burung hibrida yang dideskripsikan sebagai jenis baru, dan beberapa spesies diragukan kevalidannya. Jumlah telurnya agak kurang pasti. Pada jenis besar, mungkin hampir selalu satu telur. Jenis kecil dapat menghasilkan sebanyak 2-3 telur(Mackay 1990).
Harimau Bali (Panthera tigris balica) adalah subspesies harimau yang sudah punah yang dapat ditemui di pulau Bali, Indonesia. Harimau ini adalah salah satu dari tiga sub-spesies harimau di Indonesia bersama dengan harimau Jawa (juga telah punah) dan harimau Sumatera (spesies terancam)Harimau ini adalah harimau terkecil dari tiga sub-spesies; harimau terakhir ditembak pada tahun 1925, dan sub-species ini dinyatakan punah pada tanggal 27 September 1937. Karena besar pulau yang kecil, hutan yang terbatas, populasi yang tidak pernah lebih besar dan dianggap tidak ada yang selamat hari ini.Spesies ini punah karena kehilangan habitat dan diburu.
Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) adalah satu-satunya badak bercula dua tinggal di Asia. Mereka saat ini terdaftar dalam golongan hampir punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan merupakan salah satu mamalia yang paling langka ditemukan di alam liar. Mereka telah diburu sampai mendekati kepunahan, terutama untuk tanduk yang diyakini memiliki sifat obat dan juga digunakan untuk diukir. Ada juga masalah dengan habitat alami mereka ditebang untuk membuat jalan bagi industri dan pertanian. Badak Sumatera ditemukan di hutan hujan tropis di daerah-daerah terisolir di Indonesia. Mereka paling aktif di malam hari, makan di pagi dan sore hari, dan menghabiskan sebagian besar hari dan beristirahat di kolam lumpur. Mereka telah tercatat bermigrasi, menghabiskan lebih sejuk bulan di lembah-lembah dataran rendah dan menghabiskan bagian panas tahun di daerah pegunungan. Setiap badak akan memiliki rumah daerah, sering tumpang tindih, yang berisi jilatan, yang tampaknya menjadi penting untuk kelangsungan hidup mereka. Mereka sangat teritorial, dan anggota dari kedua jenis kelamin mengikis tanah dan menggunakan air seni dan kotorannya untuk menandai wilayah mereka. Diperkirakan bahwa ada kurang dari 300 saat ini tinggal di alam bebas. Sayangnya, mereka adalah makhluk kebiasaan dan sering kembali ke tempat yang sama, dan para pemburu mudah mengambil keuntungan dari hal ini. Badak Sumatra adalah khas dalam bahwa mereka ditutupi rambut, tidak seperti anggota lain spesies. Rambut mereka panjang, berbulu, dan berwarna coklat kemerahan dengan bersembunyi di bawahnya menjadi kelabu seperti warna dan berlapis baja. Kedua jenis kelamin memiliki dua tanduk yang tumbuh keluar dari hidung mereka, dan tanduk depan terasa lebih besar daripada bagian belakang klakson. Jantan ‘tanduk agak lebih besar daripada betina’. Mereka dapat mencapai ketinggian orang dewasa penuh sekitar 8-10 kaki (2-3 meter) dengan tinggi bahu sekitar 4 kaki (135 cm). Mereka memiliki ekor relatif panjang, berukuran sekitar 20 inci (50 cm). Sangat kekar binatang, mereka dapat mencapai bobot dewasa sekitar 1000 kg (2200 pounds).
Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Penampilan mereka mirip dengan kerbau dan memiliki berat 150-300 kg. Anak anoa akan dilahirkan sekali setahun.
Kedua spesies tersebut dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Sejak tahun 1960-an berada dalam status terancam punah. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya.
Anoa Pegunungan juga dikenal dengan nama Mountain Anoa, Anoa de Montana, Anoa de Quarle, Anoa des Montagnes, dan Quarle's Anoa. Sedangkan Anoa Dataran Rendah juga dikenal dengan nama Lowland Anoa, Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines.
Babirusa (Babyrousa babirussa) hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku. Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan pada malam hari untuk menghindari beberapa binatang buas yang sering menyerang.
Panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 sentimeter. Tinggi babirusa berkisar pada 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90 kilogram. Meskipun bersifat penyendiri, pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya.
Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas jika diganggu. Taringnya panjang mencuat ke atas, berguna melindungi matanya dari duri rotan. Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor satu kali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Bayi babirusa itu akan disusui selama satu bulan, setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Selama setahun babirusa betina hanya melahirkan satu kali. Usia dewasa seekor babirusa lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan hingga usia 24 tahun.
Mereka sering diburu penduduk setempat untuk dimangsa atau sengaja dibunuh karena merusak lahan pertanian dan perkebunan. Populasi hewan yang juga memangsa larva ini kian sedikit hingga termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi. Jumlah mereka diperkirakan tinggal 4000 ekor dan hanya terdapat di Indonesia.
Sejak tahun 1996 hewan ini telah masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh IUCN dan CITES. Namun masih sering dijumpai perdagangan daging babirusa di daerah Sulawesi Utara. Karena itu, pusat penelitian dan pengembangan biologi LIPI bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat beserta Departemen Kehutanan dan Universitas Sam Ratulangi mengadakan program perlindungan terhadap hewan langka ini. Perlindungan tersebut meliputi pengawasan habitat babirusa dan membuat taman perlindungan babirusa di atas tanah seluas 800 hektar.
Merak adalah tiga spesies burung dalam genus Pavo dan Afropavo dari familia ayam hutan (pheasant), Phasianidae. Burung jantannya memiliki bulu ekor yang indah yang dapat dikembangkan untuk menarik perhatian merak betina.
Orang utan (atau orangutan, nama lainnya adalah mawas) adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan atau cokelat, yang hidup di hutan tropika Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatera.
Orangutan ditemukan di wilayah hutan hujan tropis Asia Tenggara, yaitu di pulau Borneo dan Sumatra di wilayah bagian negara Indonesia dan Malaysia. Mereka biasa tinggal di pepohonan lebat dan membuat sarangnya dari dedaunan. Orangutan dapat hidup pada berbagai tipe hutan, mulai dari hutan keruing, perbukitan dan dataran rendah, daerah aliran sungai, hutan rawa air tawar, rawa gambut, tanah kering di atas rawa bakau dan nipah, sampai ke hutan pegunungan. Di Borneo, orangutan dapat ditemukan pada ketinggian 500 m di atas permukaan laut (dpl), sedangkan kerabatnya di Sumatra dilaporkan dapat mencapai hutan pegunungan pada ketinggian 1.000 m dpl. Orangutan Sumatra merupakan salah satu hewan endemis yang hanya ada di Sumatra. Orangutan di Sumatra hanya menempati bagian utara pulau itu, mulai dari Timang Gajah, Aceh Tengah sampai Sitinjak di Tapanuli Selatan. Keberadaan hewan mamalia ini dilindungi Undang-Undang 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan digolongkan sebagai Critically Endangered oleh IUCN.
Di Sumatra, salah satu populasi orangutan terdapat di daerah aliran sungai (DAS) Batang Toru, Sumatera Utara. Populasi orangutan liar di Sumatra diperkirakan sejumlah 7.300. Di DAS Batang Toru 380 ekor dengan kepadatan pupulasi sekitar 0,47 sampai 0,82 ekor per kilometer persegi. Populasi orangutan Sumatra (Pongo abelii lesson) kini diperkirakan 7.500 ekor. Padahal pada era 1990 an, diperkirakan 200.000 ekor. Populasi mereka terdapat di 13 daerah terpisah secara geografis. Kondisi ini menyebabkan kelangsungan hidup mereka semakin terancam punah.
Saat ini hampir semua Orangutan Sumatra hanya ditemukan di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh, dengan Danau Toba sebagai batas paling selatan sebarannya. Hanya 2 populasi yang relatif kecil berada di sebelah barat daya danau, yaitu Sarulla Timur dan hutan-hutan di Batang Toru Barat. Populasi orangutan terbesar di Sumatra dijumpai di Leuser Barat (2.508 individu) dan Leuser Timur (1.052 individu), serta Rawa Singkil (1.500 individu).Populasi lain yang diperkirakan potensial untuk bertahan dalam jangka panjang (viable) terdapat di Batang Toru,Sumatera Utara, dengan ukuran sekitar 400 individu.
Orangutan di Borneo yang dikategorikan sebagai endangered oleh IUCN terbagi dalam tiga subspesies: Orangutan di Borneo dikelompokkan ke dalam tiga anak jenis, yaitu Pongo pygmaeus pygmaeus yang berada di bagian utara Sungai Kapuas sampai ke timur laut Sarawak; Pongo pygmaeus wurmbii yang ditemukan mulai dari selatan Sungai Kapuas hingga bagian barat Sungai Barito; dan Pongo pygmaeus morio. Di Borneo, orangutan dapat ditemukan di Sabah, Sarawak, dan hampir seluruh hutan dataran rendah Kalimantan, kecuali Kalimantan Selatan dan Brunei Darussalam.
Maleo Senkawor atau Maleo, yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo adalah sejenis burung gosong berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm, dan merupakan satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon. Yang unik dari maleo adalah, saat baru menetas anak burung maleo sudah bisa terbang. Ukuran telur burung maleo beratnya 240 gram hingga 270 gram per butirnya, ukuran rata-rata 11 cm, dan perbandingannya sekitar 5 hingga 8 kali lipat dari ukuran telur ayam. Namun saat ini mulai terancam punah karena habitat yang semakin sempit dan telur-telurnya yang diambil oleh manusia. Diperkirakan jumlahnya kurang dari 10.000 ekor saat ini.
Mengapa menggunakan satuan "tahun cahaya"? Karena benda-benda di luar angkasa jaraknya sangat jauh, kalau menggunakan meter, kilometer, mile, maka manusia pasti kebingungan bagaimana menyebutkannya saking banyaknya angka nol.
Maka untuk mengukur jarak yang sangat besar, digunakan satuan tahun cahaya. Cahaya bergerak 299.792.458 meter per detik atau aproksimasinya 300.000 km per detik maka 1 detik cahaya (light second) setara dengan jarak 300.000 km. Bagaimana kalau setahun?
300.000 km/detik x 60 detik/menit x 60 menit/jam x 24 jam/hari x 365,25 hari/tahun = 9.467.280.000.000 km = (9,46 x 1012) km
Jarak yang sangat jauh tapi lebih mudah untuk diingat. Kita lihat contohnya di bawah ini. Lebih mudah diingat bukan jika menggunakan tahun cahaya?
Dari definisi tahun cahaya tersebut, ketika seorang pengamat di Bumi melihat sebuah bintang yang jaraknya 10 tahun cahaya maka artinya cahaya yang diterima pengamat saat ini merupakan cahaya yang baru tiba setelah melakukan perjalanan dari bintang dengan jarak tempuh 10 tahun. Atau sederhananya si pengamat di Bumi sedang melihat bintang pada keadaannya 10 tahun yang lalu.
Sekadar info, d bawah ini contoh ukuran jarak antar bumi dengan beberapa benda di tata surya.
- Bulan = 1,29 detik cahaya
- Matahari= 8,3 menit cahaya
- Mars = 12,7 menit cahaya
- Jupiter = 33 menit cahaya
- Pluto = 5,3 jam cahaya
- Proxima Cetauri= 4.3 tahun cahaya
- Sirius = 8,58 tahun cahaya
- Galaksi Andromeda = 2.300.000 tahun cahaya atau 2,3 juta tahun cahaya
Hal itu diungkapkan oleh NASA bahwa sekopan tanah yang dilakukan oleh
robot penjelajah Curiosity ternyata memiliki kandungan air sebanyak dua
persen.
"Kami melihat Mars sebagai planet yang kering, walaupun ada air tapi
tentu tidak sebanyak di Bumi," ucap laurie Leshin selaku penulis dari
jurnal sains yang juga sebagai dekan dari Rensselaer Polytechnic
Institute.

"Pada 0.03 meter kubik tanah Mars, kita bisa mendapatkan sekitar 0,47 liter air. Radio isotop hidrogen pada air yang terdapat pada tanah menunjukkan molekul air melekat pada partikel tanah yang datang pada masa sekarang," tambahnya.
Sampel sekopan tanah yang disebut dengan Rocknest itu dianalisa dengan memanaskannya pada sebuah "oven kecil" Curiosity dan hasilnya ditemukan molekul air sebanyak 2 persen dari volume tanah.
Bukti keberadaan air di planet Mars akan sangat membantu untuk awak yang nantinya akan dikirim ke sana. Amerika sendiri direncanakan mengirim misi berawak pertama ke planet Mars pada tahun 2030.
Sebenarnya wahana pengorbit Mars juga sudah mengendus bahwa planet itu pernah punya air baik dalam wujud cair maupun es pada masa lampau namun belum meyakinkan sampai adanya bukti valid dari Curiosity ini.
Temuan menakjubkan dari Curiosity ini dijelaskan dalam lima makalah yang berbeda pada jurnal sains dan masing-masing berisi tentang riset pada beberapa wilayah yang berbeda di Mars. "Air harus tersedia dan mudah diakses, kita bisa menemukannya di bawah kaki jika kita menjadi astronot di sana," ungkap Leshin.
Johannes Kepler pada tahun 1600-an adalah orang pertama yang membahas bentuk orbit planet. Kepler juga merumuskan serangkaian hukum untuk menjelaskan bentuk dan karakteristik orbit planet.
Kepler menyatakan dalam hukum pertamanya bahwa orbit planet berbentuk elips dengan matahari di salah satu fokus elips.
Orbit elips diukur dalam hal eksentrisitas, semakin eksentrik orbit, semakin memanjang bentuk orbit tersebut.
Banyak planet, seperti Bumi, memiliki orbit yang menyerupai lingkaran, sementara planet lain seperti Merkurius, memiliki orbit yang lebih eksentrik.
Kepler tidak menjelaskan mengapa orbit planet berbentuk elips, tetapi dasar-dasar penemuannya digunakan oleh fisikawan lain untuk menyempurnakan pemahaman kita atas orbit dan pergerakan planet.
Newton memberikan kontribusi atas faktor gravitasi, menunjukkan bagaimana planet dan matahari saling tarik-menarik.
Teori relativitas Einstein juga memainkan peran dalam menjelaskan mengapa planet-planet mengorbit matahari dengan bentuk elips.
Menggunakan perhitungan matematika yang dirumuskan oleh sejumlah fisikawan dan astronom, saat ini kita mampu secara akurat menghitung orbit planet serta benda langit lain seperti komet.
Lebih jauh lagi, ilmuwan modern dapat pula melacak perubahan orbit benda langit tersebut dari waktu ke waktu.
Informasi ini berguna untuk sejumlah aplikasi, dari pemrograman teleskop untuk observasi hingga menentukan tingkat ancaman yang ditimbulkan oleh sebuah komet atau asteroid yang mendekati orbit bumi.
Adalah penting untuk menyadari bahwa deskripsi orbit planet merupakan realitas yang disederhanakan, yaitu dengan menempatkan matahari sebagai objek tetap dengan planet-planet yang bergerak mengelilinginya.
Kenyataannya, matahari juga bergerak bersama dengan planet-planet lain mengitari galaksi bima sakti sehingga bentuk orbit planet juga akan terus berubah.
Beberapa fotografer disewa untuk memanipulasi foto-foto mereka. Caranya masih manual, dengan menggunting obyek tertentu lalu ditempel dan menghasilkan hal yang aneh. Misalnya kentang, kol, atau jagung berukuran raksasa.
Ini memang foto palsu, penuh tipu daya. Tapi lucu juga, begitu banyak orang yang mudah percaya dengan iklan seperti ini. Lihat galerinya berikut:
Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan gajah, hewan yang memiliki
belalai dan berukuran besar ini ternyata memiliki bentuk yang sangat
aneh ketika zaman purba.

Sebuah laporan dari dari Daily Mail memberitahukan bentuk gajah purba yang sangat aneh, gajah purba ini tidak memiliki belalai seperti gajah moderen melainkan memiliki mulut yang panjang dan lebar mirip seperti sekop.
Diperkirakan pada awal mula kehidupan gajah ini sekitar 20 juta tahun lalu, hidup di dekat perairan, sehingga bentuk mulut yang mirip seperti skop digunakan untuk mengali makanan di rawa rawa. Nah nama gajah purba ini dikenal sebagai Platybelodon.

Platybelodon sendiri memiliki sebuah gading besar yang tumbuh menyeruak di sudut bibirnya yang digunakan sebagai pengoyak vegetasi yang sulit.

Gajah purba ini tidak seperti hewan hewan purba lainya yang memiliki ukuran yang besar, gajah ini lebih kecil dari gajah modern yang ada. Hewan ini hidup antara 8 hingga 20 juta tahun yang lalu di daratan Afrika, Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Pada masa itu mereka mampu berkembang biak sebelum akhirnya punah.
Siberian Husky termasuk dalam jenis anjing ras berukuran medium dan
berbulu tebal. Anjing ras ini tidak ganas, bahkan terlalu baik dan manja
terhadap manusia. Ras ini sekilas mirip serigala, mungkin juga
diperkirakan terjadi karena hasil persilangan alam.
Anjing Pengawas

Siberian Husky merupakan tipe anjing pengawas, ia sangat ramah dan menyenangi keberadaan manusia, ia hanya akan duduk tenang dan memperhatikan orang yang berlalu lalang disekitarnya. Sehingga merupakan kesalahan seandainya ada orang yang menjadikannya sebagai anjing penjaga keamanan, rumah, ataupun gedung. Karena ia akan membiarkan para perampok berlalu lalang dengan leluasa dalam pengawasannya.
Melolong Tidak Menggonggong

Siberian husky adalah seekor anjing yang sering berkomunikasi satu dengan lainnya, yakni melalui lolongan, bergumam, bersenandung, dan berbisik dengan bantuan angin. Sehingga mereka lebih menyerupai srigala dibandingkan anjing. Dan mereka tidak berkomunikasi dalam satu kalimat saja, melainkan dalam sebuah paragraf. Semakin sering si pemilik berbicara dengan Siberian husky-nya, maka semakin mendekati nada suara yang dihasilkannya.
Melatih Siberian Husky

Siberian husky merupakan anjing yang bisa dilatih dan diarahkan, namun apabila latihan dan arahannya tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan, ataupun tidak sesuai dengan alasan untuk apa mereka mengerjakannya, ia tidak akan melakukan dan menuruti perintah pelatih/majikannya. Karakter mereka lebih tergerak dalam sebuah kreasi seni, karena ia akan menyanyi, melolong, kapan pun mereka suka.
Perilaku

Menggali adalah kesukaan dan takdirnya semenjak ia dilahirkan. Tidak saja di kebun, lapangan, melainkan di mangkuk makanan pun ia akan berusaha melakukan sebuah penggalian. Ia akan sangat bergairah ketika melihat makanan tergenang dalam sebuah wadah, seakan menariknya untuk melakukan sebuah permainan menggali.
Cuaca panas dan Kesehatan

Kebanyakan orang mengira bahwa Siberian Husky hanya mampu hidup di habitat aslinya, namun sebenarnya tidak demikian. Siberian husky memiliki dua lapisan bulu yang unik, keduanya berfungsi untuk menjaga kondisi tubuhnya dari cuaca panas dan dingin, sehingga ia mampu beradaptasi di dalam kondisi cuaca apapun.
Namun ia memiliki sebuah kondisi yang riskan apabila ia mendapatkan pengobatan, khususnya sebuah perawatan yang melibatkan anastesi (obat bius) sehingga memerlukan penelitian dan pengamatan medis lebih kompleks.



























