Minggu, 20 Oktober 2013
![]()
Burung Hantu merupakan binatang nokturnal yang terkenal dengan sosoknya yang misterius, kadang menyeramkan.
Baru-baru
ini, para peneliti telah memecahkan misteri tentang bagaimana Burung
Hantu bisa memutarkan lehernya sampai 270 derajat, tanpa mengalami
cedera sedikit pun.
Dalam penelitian yang diterbitkan di Jurnal
Science itu, para peneliti menemukan, bahwa Burung Hantu memiliki
struktur tulang dan sistem peredaran darah yang unik, sehingga dapat
menopang kepala yang besar.
Penelitian yang sudah diterbitkan di
Jurnal Science ini menjelaskan bahwa pembuluh darah yang berada di dasar
kepala Burung Hantu dapat menjadi seperti balon yang mengenyal ketika
aliran darah meningkat.
Padahal, selama bekerja sebagai spesialis
otak, Dr Philippe Gailloud, Peneliti Senior dari Johns Hopkins
University School of Medicine mengatakan, kasus cedera pada arteri di
bagian kepala dan leher manusia bisa berakibat sangat fatal.
"Tapi,
gerakan memutar kepala yang dilakukan oleh Burung Hantu tidak membuat
ribuan burung hantu mati di hutan," kata Gailloud, seperti dilansir Telegraph, 1 Februari 2013.
Dia
menjelaskan, spesies bernama Strigiformes ini memiliki rongga besar
pada tulang leher, yang merupakan tempat pembuluh darah arteri. Ruang
besar itu membuat pembuluh darah tidak terhambat ketika burung itu
memutar lehernya.
"Ruang besar itu yang memungkinkan pembuluh
darah dapat tetap memasok darah ke otak dan mata meski posisi kepalanya
sedang berputar," jelas Gailloud.
Temuan dari penelitian ini
didapat setelah para peneliti melakukan uji coba dengan menyuntikkan
cairan pewarna ke dalam pembuluh darah Burung Hantu yang telah mati.
Ketika
kepala Burung Hantu diputar, maka pembuluh darah pada tulang leher akan
membesar dan membuat cairan pewarna masuk. "Genangan darah ini yang
membuat pasokan energi ke otak dan mata burung hantu tetap terjaga,"
kata Gailloud.

Sumber:
viva
"Temuan ini menunjukkan bahwa nyamuk telah menghisap darah selama jutaan tahun lalu. Itu dibuktikan dengan adanya darah di dalam perut nyamuk yang masih terawat dengan baik," kata Dr Dale Greenwalt, Paleobiologist dari National History Museum Smithsonian.
Menarik, fosil nyamuk tersebut masih menyimpan darah yang dikonsumsi dari mangsanya. Sehingga menimbulkan rasa penasaran para ahli, mahluk jenis apa yang dihisap darahnya.
"Saat ini, kami belum mengetahui siapa yang menjadi mangsa nyamuk itu. Tim sedang meneliti lebih jauh zat besi yang ada di dalam di perut fosil nyamuk itu. Kami sangat penasaran nyamuk itu menghisap darah makhluk apa," ujar Greenwalt.
Hasil temuan pun kembali membuktikan bahwa molekul organik dapat diawetkan dalam waktu puluhan juta tahun.
Temuan ini telah dipublikasikan di Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Sumber:
apa kabar dunia
Sebagai instruktur kelautan di Catalina Island Marine Institute (CIMI) melakukan snorkeling adalah kegiatan yang sering dilakukan Jasmine. Namun akhir pekan pertengahan Oktober ini betapa terkejutnya ia melihat sepasang mata di kegelapan dasar laut seolah menatapnya. Lalu mahluk tersebut naik ke permukaan. Warnyanya keperakan. Setelah didekati, ternyata bangkai hewan menyerupai ular laut raksasa. Diperlukan hingga 15 orang dewasa untuk mengangkat bangkai itu ke pinggir pantai.
![]() |
| Sejumlah warga mengangkat bangkai ikan oarfish sepanjang 5,5 meter di pantai California /. AP Photo |
Ikan langka
Oarfish adalah ikan yang hidup di kedalaman 3.000 meter, sehingga penampakannya sangat langka. Panjang tubuh dan kerangka tulangnya mirip jenis ikan hiu. Mereka dapat tumbuh hingga mencapai 17 meter.
Oarfish memiliki wajah yang rata. Karena penampilannya yang aneh, ikan ini diyakini berhubungan dengan legenda ular laut raksasa.
Dalam catatan sejarah, oarfish terpanjang yang ditemukan berukuran delapan meter dengan berat 272 kilogram. Terakhir kali, oarfish raksasa ditemukan pada tahun 1996 di wilayah Coronado, Sandiego, California, AS, ukuran panjangnya mencapai tujuh meter.
![]() |
| Ikan oarfish sepanjang tujuh meter yang ditemukan di San Diego, California, tahun 1996. |
Seorang juru bicara dari Guided Discoveries, sebuah lembaga pendidikan nirlaba yang menjalankan program di Catalina Island, mengatakan bahwa kerangka hewan laut ini kemungkinan akan dipajang untuk umum.
"Saat ini, bangkai oarfish raksasa sedang dipamerkan kepada siswa-siswa di Catalina Island Marine Institute," ujar Mark Waddington, Kapten Senior di Kapal Pelatihan Catalina Island Marine Institute.
Ilmuwan genetik George Church dari Harvard University mengklaim mampu melakukan kloning pada DNA manusia purba Neanderthal. Dengan demikian, DNA manusia purba yang dimasukkan ke dalam genetik manusia modern itu akan menghasilkan individu baru.
Yang menjadi kendala ialah, adakah seorang wanita modern saat ini yang siap dan bersedia bertindak sebagai ibu bagi individu kloning tersebut. Untuk melakukan kloning tersebut, George mengatakan bahwa diperlukan ekstraksi beberapa sampel DNA dari tulang fosil manusia purba Neandherthal.
Menggunakan fragmen tulang tersebut, kemudian ilmuwan dapat mengumpulkan DNA lengkap dari spesies yang telah punah tersebut. Menurut George, menciptakan embrio tidak akan menjadi tugas yang sangat rumit untuk diselesaikan.
Kendati demikian, teori yang dikemukakan George mendapatkan berbagai tanggapan dari berbagai kalangan. Newsmax Media melaporkan, George Chruch mengomentari topik kontroversial ini dengan mengatakan bahwa teknologi telah berkembang cepat dari sebelumnya.
"Pertimbangan saya melakukan ini karena melihat berkembang lebih cepat daripada sebelumnya. Jadi, sangat mungkin kloning manusia itu dapat dilakukan," kata George.
Lebih lanjut ia mengatakan, dirinya telah mengatur DNA dari tulang fosil untuk mengonstruksi DNA dari spesies yang telah punah. "Kini, saya butuh wanita yang 'berjiwa petualang'," imbuhnya.
Kendati kedengarannya mudah bagi George, namun gagasan kloning manusia Neanderthal dan meminta seorang wanita untuk menjadi ibu bagi individu "baru" bisa menyebabkan kegemparan. Terlebih, sebagian besar negara tidak mendukung dan perundang-undangan mereka tidak memungkinkan untuk dilakukannya eksperimen tersebut.
Selain itu, beberapa orang juga menyatakan bahwa percobaan tersebut akan bersinggungan langsung dengan keprihatinan terhadap etika dan hukum. Konon, neo-Neanderthals yang apabila lahir pun tidak akan cukup kuat untuk hidup di era modern saat ini. Neo-Neanderthals ini kabarnya memiliki kekurangan pada kekebalan terhadap penyakit modern.
okezone
Meminum sekaleng minuman bersoda di siang hari benar-benar menggiurkan.
Rasa dahaga segera berganti dengan kesegaran. Namun, tahukah Anda, apa
yang terjadi di dalam tubuh saat soda masuk ke dalamnya? Berikut ini
ulasannya, seperti dilansir laman Daily Health Post.

10 Menit Pertama
Kandungan gula yang mencapai 10 sendok teh akan segera masuk ke dalam sistem tubuh. Kita memang tidak akan muntah karena rasa manis yang luar biasa. Pasalnya, asam fosfat yang terkandung di dalamnya akan memotong rasa itu.
20 Menit
Kadar gula dalam tubuh akan naik yang akhirnya menaikkan kadar insulin. Hati kita akan mengatasinya dengan mengubah gula tersebut menjadi lemak.
40 Menit
Penyerapan kafein selesai. Tekanan darah akan meningkat. Hati akan merespons dengan mengalirkan gula ke dalam aliran darah. Kantuk akan hilang akibat reseptor adenosis di otak terblokir.
45 Menit
Tubuh mulai merangsang dopamin yang merangsang pusat kesenangan di otak. Cara kerjanya sama seperti heroin.
Lebih dari 60 Menit
Asam fosfat akan mengikat kalsium, magnesium, dan seng dalam usus bagian bawah. Hal ini akan meningkatkan metabolisme tubuh secara signifikan. Dan parahnya, dosis tinggi gula dan pemanis buatan juga akan meningkatkan eksresi kalsium.
Selain itu, sifat diuretik dari kafein muncul. Kita akan merasa ingin buang air kecil. Ditambah lagi, kadar gula yang mulai meninggi akan membuat kita mudah marah dan menjadi lamban.
Sumber :
tempo.co
Panel surya yang dibuat saat uji coba dengan luas 9,3 meter persegi terdiri atas 27 panel, dan mampu menghasilkan listrik sampai 400 watts yang bisa menghidupi 450 lampu LED yang dipasang di jalanan sekeliling panel surya tersebut.







